Tanjungpinang, SamuderaKepri – Tokoh masyarakat Anambas, Darfit, yang juga Ketua Umum DPD PERMATA, menegaskan bahwa janji kampanye Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, untuk membangun Jemaja Timur tidak boleh berhenti sebagai retorika politik. Ia mengingatkan, jangan sampai setelah keinginan politik tercapai, janji tinggal janji.
Jemaja Timur, Anambas, masih menunggu realisasi janji kampanye Gubernur Ansar Ahmad. Infrastruktur jalan rusak, fasilitas kesehatan terbatas, dan bantuan ekonomi bagi nelayan serta UMKM belum dirasakan. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan warga yang merasa dianaktirikan dibandingkan daerah lain di Kepulauan Riau.
Darfit menilai, janji kampanye adalah kontrak moral antara pemimpin dan rakyat. “Janji itu harus ditepati. Jangan setelah keinginan tercapai, lalu janji tinggal janji. Masyarakat Jemaja Timur sudah lama menunggu bukti nyata,” tegasnya. Minggu, (1/02/2026).
Ia menambahkan, pemerintah daerah harus menunjukkan komitmen dengan langkah konkret. “Jangan biarkan Jemaja Timur terus tertinggal. Pembangunan harus merata, tidak boleh ada wilayah yang dianaktirikan,” ujar Darfit.
Warga berharap, pemerintah segera merealisasikan program pembangunan yang pernah dijanjikan, mulai dari perbaikan jalan, peningkatan layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
Pernyataan Darfit menjadi pengingat keras bagi Gubernur Ansar Ahmad bahwa janji politik bukan sekadar kata-kata. Jemaja Timur menunggu bukti nyata, dan masyarakat berharap janji kampanye segera diwujudkan demi keadilan pembangunan di Kepulauan Riau. (Red)

