Senin, April 13, 2026
More

    Tokoh Masyarakat Jemaja Timur Temui Gubernur Ansar, Pertanyakan Kelanjutan Jalan Lintas Provinsi yang Memprihatinkan

    Pilihan Editor

    ANAMBAS, Samudera Kepri – Di sela-sela kunjungan kerjanya dalam rangka menghadiri acara Halal Bi Halal di Tarempa, Kepulauan Anambas, Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah tokoh masyarakat dari Jemaja Timur, Senin (13/4).

    Pertemuan silaturahmi yang berlangsung hangat di Wisma Meranti tersebut terjadi sebelum Gubernur beserta rombongan bertolak menuju Bandara Hang Nadim, Batam. Hadir dalam kesempatan tersebut berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh adat, hingga pengurus partai politik.

    Keluhan Infrastruktur yang Membahayakan

    Perwakilan masyarakat, Antoni beserta rekan-rekan, menyampaikan langsung aspirasi sekaligus keluhan warga Jemaja Timur mengenai kondisi jalan lintas provinsi sepanjang kurang lebih 12 kilometer yang hingga saat ini belum kunjung tuntas pembangunannya.

    Menurut Antoni, kondisi jalan yang dibangun sejak wilayah Jemaja-Anambas masih berada di bawah administrasi Kabupaten Natuna tersebut kini sangat memprihatinkan. Lubang-lubang besar di hampir seluruh titik jalan dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

    “Kami meminta tolong kepada Pemerintah Provinsi agar sebelum masa jabatan berakhir, jalan ini bisa dituntaskan. Kami berharap ada upaya maksimal, termasuk melakukan lobi ke Pemerintah Pusat,” ujar Antoni.

    Senada dengan hal tersebut, Apriagun, kader Partai Demokrat dari Dapil 3 Pulau Jemaja, membenarkan bahwa aspirasi ini merupakan jeritan langsung dari masyarakat yang sering ia terima. Ia mengaku selama ini terus menjalin komunikasi dengan Bupati Aneng untuk meneruskan aspirasi tersebut agar mendapat atensi serius dari pemerintah daerah maupun pusat.

    Harapan Kelanjutan Program Keagamaan

    Selain menyoroti urgensi penyelesaian infrastruktur jalan, Apriagun juga memanfaatkan momen dialog tersebut untuk menitipkan aspirasi terkait pembinaan keagamaan melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Kepri.

    Ia menaruh harapan besar agar program-program bantuan pemerintah provinsi yang selama ini telah berjalan dengan baik, tidak terputus dan dapat terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di pelosok daerah.

    “Tadi saya juga secara khusus membicarakan tentang pembinaan keagamaan di bidang Kesra. Harapan kami, program-program Pak Gubernur seperti penyaluran bantuan untuk masjid-masjid, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta yayasan melalui Kesra tetap berjalan seperti biasa,” ungkap Apriagun.

    Gubernur dan Bupati Siap Lobi Menko AHY

    Menanggapi keluhan infrastruktur dan masukan masyarakat tersebut, Gubernur Ansar Ahmad secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Pulau Jemaja jika janji kampanye terkait pembangunan infrastruktur, khususnya akses menuju Jemaja Timur, belum maksimal terpenuhi.

    Namun, Gubernur menegaskan komitmennya untuk segera mencarikan solusi konkret. Ia berencana menggandeng Bupati Aneng untuk menemui Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), guna mengupayakan porsi anggaran pusat yang lebih besar bagi pembangunan jalan tersebut.

    “InsyaAllah, saya bersama Pak Bupati Aneng akan segera menjumpai Menko AHY. Kami akan berjuang agar pembangunan jalan ini mendapat perhatian besar, apalagi manfaatnya sangat vital mengingat adanya aktivitas Kapal RoRo di Kuala Maras yang beberapa bulan lalu juga diresmikan oleh beliau dan Menhub,” jelas Ansar.

    Prioritas “Instruksi Gawat Darurat” (IGD) dan Akses Desa

    Dalam kesempatan yang sama, Bupati Aneng menyatakan dukungannya untuk bersama-sama melobi kementerian terkait. Ia berharap jalan lintas Jemaja Timur ini bisa masuk dalam prioritas pembangunan melalui mekanisme khusus yang mendesak atau bersifat darurat.

    Tidak hanya fokus pada jalur lintas Jemaja Timur, Bupati Aneng juga memastikan bahwa pemerataan infrastruktur menjadi perhatian utamanya.

    “Tentu saja kami tidak akan melupakan titik-titik vital lainnya. Kami juga akan segera memperjuangkan kelanjutan pembangunan jalan menuju Desa Air Biru serta perbaikan ruas Jalan Kota Letung, agar akses mobilitas dan perekonomian masyarakat semakin lancar,” tegas Bupati Aneng.

    “Bapak-bapak dan Saudara-saudara sekalian harap bersabar. Saya bersama Pak Gubernur berusaha keras memperjuangkan jalan-jalan tersebut agar segera layak digunakan oleh masyarakat,” tutup Ansar di akhir pertemuan.

    Akses jalan ini memang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat, terutama sejak operasional Kapal RoRo di Kuala Maras mulai meningkat, sehingga penyelesaian infrastruktur jalan tersebut menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda lagi. (SK/Red)

    Artikel lainnya

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

    - Advertisement -spot_img

    Artikel terbaru