⚡ Ringkasan 1 Menit
Pompong kayu yang tenggelam di perairan Pelabuhan Tarempa pada Senin (19/10/2026) malam berhasil dievakuasi dengan selamat oleh tim gabungan pada Selasa (20/10/2026) siang. Insiden nahas tersebut terjadi saat pompong membawa muatan material berat, termasuk besi seberat hampir 1 ton, dan terjadi di lokasi yang strategis di jalur pelayaran Pelabuhan Tarempa. Proses evakuasi dilakukan dengan koordinasi lintas sektoral dan menggunakan tenaga penyelam untuk mengangkat badan pompong ke permukaan laut. Evakuasi berhasil dilakukan dengan selamat dan pompong langsung ditarik kembali ke Desa Air Sena.
TAREMPA, SAMUDERAKEPRI — Sebuah pompong bermuatan berat milik warga Desa Air Sena, Kecamatan Siantan Tengah, yang dilaporkan tenggelam di perairan Pelabuhan Tarempa pada Senin (19/10/2026) malam, berhasil dievakuasi dengan selamat oleh tim gabungan pada Selasa (20/10/2026) siang.
Berdasarkan laporan kejadian dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas, Agustar, insiden nahas tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Pompong kayu berukuran panjang 22 kaki dan lebar 4 kaki tersebut diketahui tenggelam saat membawa muatan material yang sangat berat, yakni material besi seberat hampir 1 ton (berkisar 800 kg), 2 buah prewel, dan 4 unit blok mesin.
Mengingat lokasi karamnya kapal berada tepat di area titik vital jalur pelayaran Pelabuhan Tarempa, proses evakuasi tidak bisa dilakukan sembarangan. DPC HNSI bersama otoritas terkait segera menggelar rapat koordinasi lintas sektoral pada Selasa (20/10/2026) pukul 08.30 WIB bertempat di Kantin Pelabuhan Syahbandar Tarempa.
Rapat darurat tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Syahbandar Pelabuhan Tarempa Jimmy Permana, unsur Polairud, BPBD, Basarnas, Kabid DP3 Petri Hardiansah, Camat Siantan Tengah, serta perwakilan nelayan relawan setempat.
Dalam pertemuan itu, Syahbandar secara lisan langsung memberikan izin pelaksanaan evakuasi sekaligus menginstruksikan jajaran Polairud dan BPBD untuk melakukan pengawalan ketat menggunakan speedboat di lokasi kejadian guna memastikan jalur pelayaran tetap aman dari gangguan.
Proses evakuasi di perairan berlangsung dengan mengerahkan sejumlah tenaga penyelam. Para relawan penyelam berjibaku di dalam air mengikatkan tali ke sejumlah drum plastik berwarna biru yang difungsikan sebagai pelampung untuk mengangkat (menimbulkan) kembali badan pompong ke permukaan laut. Operasi pengangkatan ini turut dipantau langsung dari atas perahu oleh pejabat pemerintah kecamatan dan perwakilan DPC HNSI Kepulauan Anambas.
“Alhamdulillah, sekitar pukul 11 siang pompong tersebut sudah ditemukan dan berhasil ditimbulkan dengan selamat. Setelah itu, pompong langsung ditarik kembali ke Desa Air Sena,” ungkap Agustar.
Menutup keterangannya, mewakili nelayan yang tertimpa musibah, Agustar menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Syahbandar, Polairud, BPBD, Basarnas, DP3, aparat kecamatan, serta para nelayan relawan yang telah bersinergi menyukseskan proses evakuasi tersebut. (*)
(Tim Redaksi)


