📤 Bagikan Berita Ini:

⚡ Ringkasan 1 Menit

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, melakukan kunjungan kerja ke Batam untuk mempelajari strategi fiskal dan pengelolaan keuangan daerah yang telah berhasil dilakukan oleh Pemko Batam. Dalam pertemuan strategis, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan rekam jejak transformasi Batam yang telah berkembang menjadi kota otonom berstatus kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas. Bupati Brebes tertarik membuka stan promosi UMKM di Batam untuk memperluas pangsa pasar bagi potensi daerah Brebes, terutama setelah melihat tingginya angka kunjungan wisatawan mancanegara. Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

BATAM, SAMUDERAKEPRI — Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kerja Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes di Ruang Presentasi Kantor Wali Kota Batam, Selasa (20/10/2026). Pertemuan strategis ini berfokus pada ajang berbagi pengalaman terkait optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta penguatan kualitas pelayanan publik.

Amsakar menyambut baik inisiatif kunjungan Pemkab Brebes sebagai momentum untuk saling belajar dan memperkuat tata kelola pemerintahan. Dalam forum tersebut, Amsakar memaparkan rekam jejak transformasi Batam yang bermula dari basis logistik Pertamina pada era 1970-an hingga kini berkembang menjadi kota otonom berstatus kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (Free Trade Zone).

Ditopang oleh letak geografis yang strategis dan berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, pembangunan Batam saat ini difokuskan pada sektor industri, perdagangan, pariwisata, MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), serta logistik. Amsakar menyebutkan bahwa Batam telah didukung oleh kehadiran 31 kawasan industri berskala besar.

Strategi Fiskal dan 15 Program Prioritas

Mengadapi tantangan pertumbuhan penduduk serta tingginya kebutuhan infrastruktur dasar seperti lahan, air bersih, dan listrik, Amsakar menekankan pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang terukur. Ia menguraikan bahwa kontribusi PAD Batam sangat ditopang oleh penerimaan dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta pajak hotel dan restoran.

Guna menjaga daya beli dan keseimbangan pembangunan, Pemko Batam merealisasikan anggaran tersebut ke dalam 15 program prioritas. Program pro-rakyat tersebut mencakup peningkatan layanan air bersih, penanganan banjir melalui perbaikan drainase, pengobatan gratis berbasis KTP, penyaluran pinjaman tanpa bunga bagi pelaku UMKM, pembagian seragam sekolah gratis, hingga pemberian beasiswa pendidikan.

Pemkab Brebes Lirik Potensi Pasar Batam

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, memberikan apresiasi tinggi atas keterbukaan Pemko Batam dalam membedah strategi fiskalnya. Ia memuji perkembangan Batam yang dinilai sangat berhasil menggerakkan roda ekonomi dan memberdayakan UMKM di tengah heterogenitas penduduk.

“Kami hadir untuk mempelajari strategi Pak Wali dalam mengoptimalkan PAD dan mengelola fiskal daerah, terlebih dalam menyusun persiapan APBD 2027,” ungkap Paramitha.

Melihat tingginya angka kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura dan Malaysia, Paramitha turut menyatakan ketertarikannya untuk membuka stan promosi khusus bagi produk-produk unggulan Kabupaten Brebes di Batam. Hal ini diharapkan mampu memperluas pangsa pasar bagi potensi daerah Brebes.

Kunjungan kerja ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari kedua wilayah, pertukaran cenderamata, dan sesi foto bersama. (*)

(Tim Redaksi)

📤 Bagikan Berita Ini: