Batam, SamuderaKepri – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Lubukbaja yang digelar di Ballroom Hotel AP Premier. Forum ini menjadi sarana penting untuk menampung aspirasi masyarakat dalam merumuskan arah pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Amsakar menekankan bahwa Musrenbang merupakan instrumen utama dalam menentukan prioritas pembangunan Kota Batam. Ia menyebut forum ini sebagai wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan dan usulan yang kemudian dijadikan dasar penetapan program strategis.
“Saya sangat mengapresiasi antusiasme warga Lubukbaja yang telah memberikan masukan konstruktif. Partisipasi aktif masyarakat adalah modal penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan,” ujar Amsakar.
Ia menjelaskan bahwa mekanisme Musrenbang dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota. Di tingkat kota, seluruh usulan akan disinergikan dengan Rencana Kerja OPD, hasil reses DPRD, serta pokok-pokok pikiran DPRD, sehingga menghasilkan perencanaan yang komprehensif dan tepat sasaran.
Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan capaian pembangunan Batam selama 11 bulan kepemimpinannya bersama Li Claudia. Pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 6,89 persen, menunjukkan tren positif pemulihan ekonomi. Realisasi investasi bahkan melampaui target, dengan nilai Rp69,9 triliun atau 115 persen dari target Rp60 triliun.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam turut mengalami peningkatan menjadi 83,8, mencerminkan kemajuan di sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, sehingga mengantarkan Batam meraih penghargaan nasional atas keberhasilan program pengentasan kemiskinan.
Melalui Musrenbang Lubukbaja, Pemko Batam berharap seluruh usulan masyarakat dapat diproses secara objektif dan dijadikan dasar penetapan prioritas pembangunan. Dengan demikian, arah pembangunan kota benar-benar berangkat dari kebutuhan warga dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (*)

