Batam, SamuderaKepri – Kota Batam kembali mencatat sejarah penting dalam industri maritim nasional dengan peluncuran kapal tipe Floating Landing Facility (FLF) Permata Borneo 1. Acara ini berlangsung di galangan PT Bahtera Bahari Shipyard, Telaga Punggur, dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan pembangunan kapal FLF yang sepenuhnya dikerjakan di Batam oleh tenaga kerja Indonesia. Menurutnya, kehadiran kapal ini menjadi bukti nyata kemampuan sumber daya manusia lokal dalam menguasai seluruh proses pembangunan kapal, mulai dari desain, fabrikasi, hingga peluncuran.
“Hari ini kita mencatat sejarah baru. Kapal dengan kategori seperti ini jumlahnya masih sangat terbatas di Indonesia, dan sebagian besar berasal dari luar negeri. Namun, Permata Borneo 1 adalah hasil karya anak bangsa dari Batam,” ujar Amsakar.
Ia menekankan bahwa keberhasilan ini sekaligus menegaskan posisi Batam sebagai pusat industri galangan kapal nasional. Dari sekitar 250 galangan kapal di Indonesia, lebih dari 130 beroperasi di Batam dan menyerap ribuan tenaga kerja. Pembangunan satu kapal saja, lanjutnya, mampu menggerakkan perekonomian daerah serta membuka banyak lapangan kerja.
Komisaris PT Bahtera Bahari Shipyard, Hengky Suriawan, menambahkan bahwa Permata Borneo 1 merupakan kapal FLF pertama yang diproduksi di dalam negeri. Kapal ini dirancang dan dibangun sepenuhnya oleh tenaga kerja Indonesia, sehingga menjadi tonggak penting bagi kemandirian industri perkapalan nasional.
“Kapal ini adalah yang pertama dibuat di Indonesia untuk jenis FLF, dan sepenuhnya karya anak bangsa,” jelas Hengky.
Ia berharap pencapaian ini dapat mendorong lahirnya inovasi baru, memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan industri maritim unggulan, serta meningkatkan kepercayaan terhadap kemampuan industri perkapalan nasional.
(Sumber: Humas Diskominfo Batam)

