
ANAMBAS, SamuderaKepri – Dalam upaya memperkuat posisi tawar dan akurasi penyaluran bantuan bagi masyarakat pesisir, Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas, Agustar, resmi memperkenalkan program Satu Data Nelayan, Selasa (20/1/2026).
Melalui inisiatif ini, Agustar mengajak seluruh nelayan di wilayah Anambas untuk segera melakukan registrasi mandiri secara daring. Program ini bertujuan menciptakan basis data yang valid agar aspirasi dan kebutuhan nelayan dapat diperjuangkan secara lebih terukur kepada pemerintah.
Digitalisasi Data Nelayan
Sistem pendataan ini diintegrasikan melalui situs resmi www.hnsikepri.or.id. Agustar menjamin bahwa platform tersebut dibangun dengan sistem keamanan yang mumpuni untuk melindungi privasi anggota.
- Mekanisme Pendaftaran: Nelayan yang mendaftar akan mendapatkan Nomor ID Nelayan unik.
- Transparansi: Nama nelayan yang sudah terverifikasi akan muncul dalam fitur pencarian di laman resmi tersebut.
- Pengelolaan: Database dikelola oleh tim IT DPC HNSI Anambas dengan supervisi dari Ketua DPD HNSI Kepri, Eko Prihananto.
Pentingnya Validitas Data
Agustar menekankan prinsip “Satu Data, Satu Suara”. Ia mengingatkan bahwa tanpa data yang akurat, sulit bagi organisasi maupun pemerintah untuk merancang program yang efektif atau mendistribusikan bantuan secara adil.
“Tanpa data, kita tidak punya dasar untuk membuat program atau menyalurkan bantuan. Ini adalah realitas dalam sistem kebijakan saat ini,” ujar Agustar.
Selain untuk urusan administratif, data ini akan digunakan untuk memetakan jenis alat tangkap dan metode budidaya. Informasi tersebut nantinya disinkronisasikan dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) untuk melakukan kajian teknis perikanan yang lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan karakteristik perairan di Anambas.
Rencana Kartu Anggota (ID Card)
Ke depan, para nelayan yang telah terdaftar diproyeksikan akan memiliki ID Card Nelayan HNSI. Meski demikian, Agustar menjelaskan bahwa proses pencetakan kartu fisik tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan anggaran dan pencarian sumber pendanaan.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh elemen nelayan untuk bersatu dan saling mendukung. Menurutnya, kekuatan HNSI terletak pada partisipasi aktif para anggotanya. Dengan data yang kuat, posisi nelayan Anambas akan lebih terlindungi dan menjadi prioritas dalam setiap kebijakan sektor kelautan dan perikanan. (*)
