Dunia di Ambang Krisis : Trump Tegaskan Perang Total di Iran, Harga Minyak dan Emas Global Meroket

0
9
Dunia di Ambang Krisis: Trump Tegaskan Perang Total di Iran, Harga Minyak dan Emas Global Meroket

INTERNASIONAL, Samuderakepri.co.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih tertinggi. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menegaskan komitmennya untuk melakukan operasi militer besar-besaran di Iran, sebuah langkah yang memicu kepanikan pasar global dan melonjaknya harga komoditas utama dunia.

Trump: “Apapun yang Diperlukan”

Berdasarkan laporan Bloomberg (3/3/2026), Presiden Donald Trump menyatakan akan melakukan langkah “whatever it takes” atau apa pun yang diperlukan untuk menuntaskan misi militer di Iran. Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan mundur hingga target militer dan ekonomi rezim Iran berhasil dilumpuhkan secara total.

Senada dengan hal tersebut, CNBC melaporkan bahwa Trump menyebut operasi tempur ini berjalan sesuai jadwal. Dalam pernyataannya, Trump mengklaim aksi militer ini adalah bentuk “keadilan”, terutama setelah adanya konfirmasi mengenai kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan AS.

Eskalasi Militer dan Korban Jiwa

Situasi di lapangan dilaporkan semakin meluas. Bloomberg menyoroti bahwa pertempuran kini tidak lagi terbatas pada serangan udara, melainkan telah merembet ke operasi darat dan laut di titik-titik strategis Iran.

Namun, operasi ini bukan tanpa bayaran. CNBC mengutip laporan dari Komando Pusat AS (CENTCOM) yang mengonfirmasi bahwa tentara Amerika keempat telah tewas dalam konflik yang meluas ini. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, sebagaimana dilaporkan CNBC, menyatakan bahwa meskipun tujuan utama bukan penggulingan rezim secara paksa, intensitas serangan telah melumpuhkan banyak pemimpin senior Iran.

Harga Minyak dan Emas Meroket

Dampak ekonomi dari perang ini dirasakan secara instan di seluruh dunia. CNBC mencatat harga minyak mentah Brent melonjak hingga 13% ke level USD 82,37 per barel, angka tertinggi sejak awal 2025. Kenaikan ini dipicu oleh lumpuhnya lalu lintas tanker di Selat Hormuz, jalur vital yang memasok 21% konsumsi minyak dunia.

Di sisi lain, investor mulai mengamankan aset mereka. Harga emas melonjak tajam hingga menyentuh USD 5.400 per ons. Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa pasar saham global di AS, Eropa, hingga Asia mengalami tekanan berat seiring ketidakpastian durasi perang yang diperkirakan Trump bisa berlangsung hingga empat minggu ke depan.

Ancaman Pasokan Energi Global

Laporan Bloomberg memperingatkan bahwa sikap keras Trump memicu spekulasi pasar bahwa konflik ini akan berlarut-larut. Hal ini diperburuk dengan laporan CNBC mengenai serangan drone yang menghantam kilang minyak Ras Tanura di Arab Saudi, yang semakin mengancam stabilitas pasokan energi global, termasuk kenaikan harga diesel di Eropa hingga 20%.

Hingga berita ini diturunkan, komunitas internasional terus memantau langkah diplomasi yang diambil oleh sekutu-sekutu AS, meskipun Trump secara tegas mendesak rakyat Iran untuk “mengambil kembali negara mereka” di tengah eskalasi yang kian tak terkendali. (*)

Dapatkan Update Berita Tercepat:

Ikuti terus perkembangan informasi terkini dari Kepulauan Riau dan Nasional hanya di Samuderakepri.co.id. Dapatkan pengalaman berita visual yang lebih mendalam melalui platform kami:

"Menyajikan Fakta, Mengawal Transparansi."

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses