
GLOBAL, SAMUDERAKEPRI.CO.ID – Kabar mengejutkan datang dari Timur Tengah yang merembet hingga ke Asia Selatan. Tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada Sabtu (28/2/2026), memicu gelombang protes besar yang berujung maut di Pakistan dan India.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari The Independent, situasi di beberapa titik di Pakistan dan wilayah India berubah menjadi zona perang antara demonstran dan aparat keamanan.
Pakistan Membara: Konsulat AS Diserbu
Di Pakistan, kemarahan massa pecah secara masif. Di Karachi, ribuan demonstran yang berduka mencoba menyerbu Konsulat Jenderal Amerika Serikat. Massa dilaporkan berhasil menjebol dinding pembatas dan membakar area resepsionis serta pos keamanan.
Aparat keamanan yang mencoba mengendalikan situasi terpaksa melepaskan gas air mata dan peluru tajam. Laporan terbaru menyebutkan setidaknya 22 hingga 26 orang tewas dalam bentrokan di seluruh negeri, termasuk belasan korban jiwa di Karachi dan wilayah Gilgit-Baltistan.

Protes di Delhi dan Kashmir
Gejolak juga dirasakan di India. Di ibu kota New Delhi, massa berkumpul di Jantar Mantar dengan membawa poster wajah Khamenei, meneriakkan kecaman terhadap agresi militer yang menewaskan pemimpin mereka.
Sementara itu, di wilayah Kashmir dan Kargil, ribuan orang turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas. Di Srinagar, bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi India tak terhindarkan saat massa mencoba melakukan long march menuju kantor perwakilan PBB.
Pernyataan Pemerintah dan Kondisi Terkini
Pemerintah Pakistan melalui Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyatakan duka sedalam-dalamnya atas insiden yang menimpa pemimpin Iran tersebut. Meski mengecam serangan udara tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional, pemerintah setempat juga mengimbau warga untuk menahan diri dan tidak merusak fasilitas umum.
Kematian Ali Khamenei, yang juga menewaskan beberapa anggota keluarganya, kini menempatkan dunia dalam bayang-bayang konflik regional yang lebih luas. Iran sendiri telah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Catatan Redaksi:
Situasi global saat ini sedang tidak stabil. Kami mengimbau warga Indonesia yang memiliki kerabat atau sedang berada di wilayah konflik untuk terus memantau informasi resmi dari KBRI setempat.
Dapatkan Update Berita Tercepat:
Ikuti terus perkembangan informasi terkini dari Kepulauan Riau dan Nasional hanya di Samuderakepri.co.id. Dapatkan pengalaman berita visual yang lebih mendalam melalui platform kami:
"Menyajikan Fakta, Mengawal Transparansi."
