BP Bintan Plaza Jadi Sorotan, Gelper Diduga Masih Beroperasi

0
9

Tanjungpinang, SamuderaKepri.co.id – Aktivitas gelanggang permainan (gelper) di kawasan BP Bintan Plaza, Tanjungpinang, kembali menjadi perhatian publik pada awal 2026. Meski aparat penegak hukum telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) sepanjang tahun lalu, masyarakat menilai praktik hiburan yang menyerupai perjudian masih berlangsung di lokasi tersebut.

Sidak Aparat
Polresta Tanjungpinang bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tercatat melakukan pemeriksaan di BP Bintan Plaza pada akhir 2025. Hasil sidak menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa sejumlah mesin permainan digunakan tidak sesuai izin hiburan yang diberikan. Namun hingga kini, belum ada langkah penutupan permanen.

Respons Masyarakat
Warga sekitar menilai keberadaan gelper di BP Bintan Plaza menimbulkan keresahan. “Kami khawatir anak-anak dan remaja ikut terpengaruh. Pemerintah harus tegas, jangan hanya sidak lalu dibiarkan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.


Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola BP Bintan Plaza belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan aktivitas gelper di lokasi tersebut. Redaksi SamuderaKepri.co.id tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pengelola maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan.

Dampak Sosial
– Kecanduan permainan: Masyarakat menyoroti potensi kecanduan yang berdampak pada ekonomi keluarga.

– Kepercayaan publik: Penegakan hukum yang tidak konsisten dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat.

– Lingkungan usaha: Pedagang dan pengunjung di sekitar plaza merasa terganggu dengan aktivitas yang berlangsung hingga larut malam.


BP Bintan Plaza kini menjadi simbol dilema penegakan hukum terhadap praktik gelper di Tanjungpinang. Masyarakat menuntut agar aparat segera mengambil langkah tegas berupa pencabutan izin dan penutupan permanen, demi menjaga ketertiban dan kepercayaan publik. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses