Menu

Mode Gelap

Batam · 7 Jun 2022 19:41 WIB

Lima Pelaku Penyelundupan Benih Lobster Masih Berkeliaran


Lima Pelaku Penyelundupan Benih Lobster Masih Berkeliaran Perbesar

Samuderakepri.co.id, Batam – Dua pekan berlalu semenjak rilis penangkapan penyelundupan 466 ribu benih Lobster sang Tentara Nasional Indonesia AL. Tetapi sampai ketika ini, para pelaku penyelundupan yang sempat diklaim ketika penangkapan yang berjumlah lima orang belum jua terungkap, menjadi tanda tanya besar.

Dalam insiden itu, Pengamat Publik Kota Batam, Aldi Bragi mengkritisi lambannya penangkapan para pelaku penyelundupan benih Lobster yang dinilainya tidak biasa. “Ini hampir satu bulan pengungkapan perkara penyelundupan, akan tetapi pelaku belum jua ditangkap,” pungkasnya pada tim Media ini, Selasa (07/06/22) pada bilangan Batam Centre, Kota Batam. Nilai tangkapan benih Lobster yang mencapai 46 miliar rupiah itu, menurut Aldi merupakan angka yang sangat fantastis. Dan Aldi pun mempertanyakan minimnya publisitas aktivitas lepasliar benih Lobster pada Pulau Abang.

Aldi menyebut, menurut sumber dari warga menyampaikan jumlah benih Lobster yang diselundupkan berjumlah 130 Boks. Jumlah yang lebih besar dibanding jumlah hasil tangkapan yang dirilis Lanal Batam yakni 95 Boks. “Nilainya kan mencapai 46 miliar rupiah. Kita patut pertanyakan proses lepas liarnya. Termasuk berita acara lepas liar yang mencantumkan jumlah, jenis, dan lokasi lepas liar benih Lobster. Jangan ada dugaan mengelabui publik terkait jumlah yang ditangkap, dan jumlah yang dilepaskan,” ujarnya.

Perairan Pulau Abang, Galang yang kerap dijadikan lokasi lepas liar benih Lobster hasil tangkapan dari penyelundupan, tidak lepas dari kritikan Aldi. Menurutnya, benih Lobster itu rawan, bernilai tinggi. Jadi waktu dilepasliarkan, artinya terdapat nilai ekonomis yang terbuang sia-sia. Lalu jika dilepasliarkan pada alam bebas, peluang hidup benih Lobster sangat kecil. “Benih Lobster ini dilepas liar di perairan Pulau Abang.

Ini kan nilainya 46,7 miliar. Ini uang yang sangat besar yang dilepas sia-sia. Lantaran peluang hidup benih Lobster di alam liar apalagi pada perairan Pulau Abang, mungkin hanya kurang lebih 10 persen. Itupun jika bisa bertahan hidup. Kita bisa saksikan hingga hari ini, perairan Pulau Abang tidak pula jadi pusat Lobster. Sementara hasil tangkapan benih Lobster selalu dilepas liarkan pada lokasi tersebut”. ungkap Aldi. Dikatakan Aldi, Lobster memang jadi komoditas unggul bernilai ekonomis tinggi. Harga benih Lobster berdasarkan nelayan umumnya diperjual belikan pada kisaran harga Rp 5.000,-. Sementara di Vietnam menjadi Negara tujuan penyelundupan, harga benih Lobster dijual hingga mencapai harga 100 – 200 ribu rupiah. (tim)

samuderakepri.co.id
Artikel ini telah dibaca 3.956 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Didominasi Generasi Muda, Investor Pasar Modal Indonesia Lampaui 9 Juta

28 Juni 2022 - 13:26 WIB

Yuk Ikut Sekolah Pasar Modal

27 Juni 2022 - 09:42 WIB

Segala Proyek Infrastruktur Pemprov Kepri di Tanjungpinang Untuk Mempercantik Wajah Ibukota

26 Juni 2022 - 20:18 WIB

Perayaan HUT KKA ke 14 Masyarakat Padati Lapangan Sulaiman Abdullah

26 Juni 2022 - 17:08 WIB

Bupati Natuna Sabut Kunjungan Kakanwil Kemenkumham Kepri Koordinasi Pembangunan Lapas Kelas II Ranai

26 Juni 2022 - 17:02 WIB

PDK Kosgoro 1957 Provinsi Kepri Gelar Musda IV di Batam

25 Juni 2022 - 20:57 WIB

Trending di Batam