Jakarta, SamuderaKepri – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berinovasi dalam menyediakan layanan informasi yang relevan dan dapat diandalkan bagi pelaku pasar. Seiring meningkatnya jumlah investor ritel dan aktivitas perdagangan, BEI memperkenalkan penyempurnaan format distribusi data yang kini dilakukan tidak hanya pada akhir hari, tetapi juga di akhir Sesi I perdagangan.
Kebijakan ini resmi berlaku sejak 25 Agustus 2025, setelah sebelumnya diuji coba pada 23 Agustus 2025. Langkah tersebut lahir dari masukan pelaku pasar yang selama ini hanya menerima data perdagangan di akhir hari (end of day/EOD) serta hasil evaluasi atas penutupan kode broker dan kode domisili pada 2022.
Manfaat bagi Investor
Dengan distribusi data yang lebih cepat, investor kini dapat mengakses ringkasan transaksi sejak pertengahan hari. Hal ini memungkinkan mereka membaca tren pasar lebih awal dan menyusun strategi yang lebih terukur untuk sesi perdagangan berikutnya. Data tetap disalurkan melalui Daftar Transaksi Bursa (DTB) Anggota Bursa, namun nilai tambahnya terletak pada percepatan informasi yang diterima.
Dampak Positif pada Aktivitas Transaksi
Data Januari–November 2025 menunjukkan hasil signifikan dari kebijakan ini. Sebelum implementasi, rata-rata nilai transaksi harian di pasar reguler berada di kisaran Rp11,8 triliun. Setelah distribusi data akhir Sesi I diterapkan, angka tersebut melonjak menjadi Rp20,6 triliun per hari—naik 73,83 persen.
Porsi transaksi pada Sesi I juga meningkat dari 53,34 persen menjadi 55,89 persen terhadap total harian. Investor memanfaatkan data sesi pertama untuk menentukan langkah di sesi kedua, baik memperbesar posisi maupun melakukan aksi ambil untung lebih cepat.
Selain itu, gap transaksi antar sesi turut melebar. Sebelum kebijakan, selisih kontribusi transaksi hanya 6,69 persen, namun setelah implementasi naik menjadi 11,78 persen. Hal ini menunjukkan pasar menjadi lebih responsif, likuid, dan dinamis berkat akses informasi yang lebih cepat.
Mewujudkan Pasar yang Adil dan Efisien
Penyempurnaan distribusi data bukan sekadar soal kecepatan, tetapi juga keadilan informasi. Dengan akses yang sama bagi seluruh pelaku pasar, potensi asymmetrical information dapat ditekan. Kondisi ini memperkuat likuiditas sekaligus meningkatkan kepercayaan investor institusi maupun global terhadap pasar modal Indonesia.
Komitmen BEI
Langkah ini menegaskan komitmen BEI dalam membangun pasar yang modern, transparan, dan berintegritas. Di era ketika data menjadi fondasi utama investasi, kebijakan distribusi data akhir Sesi I memberikan nilai tambah nyata bagi ekosistem pasar modal. Investor lebih percaya diri, Anggota Bursa lebih akurat dalam memberi rekomendasi, dan pasar Indonesia semakin siap bersaing di tingkat internasional.
Dengan bertambahnya jumlah investor ritel dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya berinvestasi, penyediaan informasi yang cepat dan berkualitas menjadi kebutuhan mutlak. Penyempurnaan format distribusi data ini menjadi pijakan penting menuju transformasi pasar modal yang lebih inklusif, mendorong literasi keuangan, memperluas partisipasi investasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (*)

