
Jemaja Timur, Anambas, SamuderaKepri – Penantian panjang warga perbatasan Anambas, tepatnya di Ujung Timur Pulau Jemaja, masih belum berbuah hasil. Jalan provinsi Letung–Kuala Maras sepanjang kurang lebih 20 kilometer yang dijanjikan sejak Anambas masih bergabung dengan Kabupaten Natuna, hingga kini tak kunjung rampung. Dalih efisiensi anggaran yang berulang kali disampaikan pemerintah daerah membuat harapan masyarakat seolah hampa tanpa kepastian.
Mukmin Rahmatullah, warga Jemaja Timur yang lama merantau, mengaku miris saat pulang kampung melihat kondisi fasilitas umum di daerahnya. “Janji tinggal janji. Jalan rusak, tiang listrik berkarat bahkan miring, pelabuhan perintis belum dialiri listrik PLN. Rasanya kami benar-benar dianaktirikan dibandingkan Tanjungpinang, Batam, atau Karimun,” ungkapnya. Jumaat, (30/01/2026).
Warga juga mengingat kembali janji kampanye Gubernur Ansar Ahmad yang pernah disampaikan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan, termasuk jalan provinsi dan fasilitas kelistrikan. Namun hingga kini, janji tersebut belum terealisasi, sehingga menimbulkan rasa kecewa dan ketidakpercayaan di kalangan masyarakat Jemaja Timur.
Padahal, jalur tersebut merupakan akses vital bagi mobilisasi warga dan distribusi bahan pokok serta hasil pertanian melalui pelabuhan RORO dan pelabuhan perintis di Desa Kuala Maras. Ironisnya, hingga kini pelabuhan tersebut belum teraliri listrik, sementara instalasi PLN di wilayah itu banyak yang tidak layak, dengan tiang berkarat dan miring sehingga mengancam keselamatan.
Sejak kewenangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak lagi berada di tingkat kabupaten, warga merasa kesulitan menyampaikan keluhan terkait listrik. Kondisi ini menambah rasa frustrasi masyarakat yang berharap pemerintah provinsi hadir sebagai wakil pusat di daerah untuk menyejahterakan rakyat.
Warga Jemaja Timur berharap pemerintah segera menepati janji kampanye dan memperbaiki infrastruktur dasar demi keselamatan serta kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat perbatasan. (an/red)
